Efektifitas Sembako Saat Kampanye
Variasi strategi saat kampanye memang sangat beragam dan tidak jarang megocok perut. Hari ini ada sedikit cerita menarik dari salah satu teman yang mengisahkan trik kampanye berkedok sembilan bahan pokok. Meski demikian, Tim Admin Kalteng 1 tidak akan membahas fenomena itu dari segi hukum maupun pandangan benar atau salah.
Tidak dapat dipungkiri, efektifitas sembako saat kampanye memang jadi salah satu jurus ampuh meraih suara di tengah masyarakat. Ini terbukti dari gambaran yang diceritakan oleh salah satu rekan mengenai kenyataan manuver politik salah satu Calon Legislatif kota Palangka Raya saat menggelar Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 yang selanjutnya akan kita sebut sebagai Mr-J (Nama dan Parpol Kami Rahasiakan)
Berdasarkan penuturan salah satu teman, gerakan kampanye menggunakan sembako ini dimulai Mr-J pada awal kampanye dengan membagikan paketan sembako berisi bawang merah, bawang putih, dan minyak goreng dalam jumlah yang lumayan buat menjaga kelangsungan mengepulnya dapur setiap rumah tangga
Aktifitas politik ini tentu saja juga diselipkan lembaran kartu nama yang bertuliskan permohonan mendukung Mr-J saat pemilu legislatf digelar.
Ratusan warga tercatat mengambil sendiri semua paketan yang disediakan dan telah didistribusikan melalui Ketua RT setempat sesuai jadwal yang telah diumumkan
Tidak cukup sampai di situ, aktifitas politik Mr-J beserta Tim Sukses terus berlanjut dengan janji akan memberikan kembali paketan minyak goreng apabila target suara yang diperoleh mencapai kuota yang disepakati.
Singkat cerita, hari pencoblosan pun tiba. Ratusan warga sejak pagi telah memadati TPS setempat. Sampai menjelang tengah hari seluruh pemilih telah menggunakan hak nya di TPS tersebut, penghitungan pun dilakukan dengan disaksikan salah satu Tim Sukses Mr-J.
Benar saja, hasil suara hampir 90% memilih Mr-J walaupun yang bersangkutan bukan merupakan warga setempat. Kesuksesan ini juga terjadi di hampir semua TPS daerah pemilihan Mr-J. Ribuan suara berhasil dikantongi dengan trik yang sama.
Keesokan harinya, sesuai janji yang telah disampaikan Mr-J membagikan kembali paket minyak goreng dengan jumlah yang lebih besar dan kemasan serta merk yang lebih bonafit. Warga pun mengaku senang dengan minyak goreng yang diakui bisa bertahan hingga 2 bulan. “Malaran maasapi dapur” ungkap salah seorang warga.
Fenomena ini adalah kenyataan yang terjadi di linkungan kita saat ini, warga tidak perlu janji politik bertele-tele melainkan hanya harapan siapa Caleg yang memberi lebih besar. Sebagian kalangan berpendapat jika masyarakat sekarang sudah pintar dan bisa memiih sendiri legislator yang mereka percaya. Ya… betul masyarakat sekarang sudah tahu bahwa mendapat lowongan kerja sebagai Caleg sudah tentu akan bermandikan uang lewat gaji yang besar, uang reses yang lumayan bahkan yang pasti adalah jatah proyek
Gelar segudang, pendidikan tinggi, cerdas lisan maupun tulisan, figur serta ketokohan tampaknya bukan hal relevan lagi dalam mempengaruhi masyarakat dalam memilih, ini terbukti dari keberhasilan Mr-J yang kini tinggal menunggu kursi dewan Kota Palangka Raya itu didudukinya pasca pelantikan nanti
Tidak ada judge dalam tulisan ini, mari kita beropini …..


