Pariwisata Kalteng ; Kecubung Yang Hilang
Ulasan Tim Admin Kalteng Satu Dot Com hari ini akan membahas sedikit tentang pariwisata Kalimantan Tengah yang mulai tersisihkan dan terkesan nyaris hilang terkikis perkembangan jaman. Banyak situs peninggalan adat dan kebudayaan di bumi Tambun Bungai ini kondisnya boleh dibilang sangat memprihatinkan.
Pariwisata Kalteng seolah Kecubung yang hilang padahal seperti kita ketahui batu Kecubung merupakan salah satu identitas Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) yang ada di Kalimantan Tengah. Batu kecubung dan dunia pariwisata Kalteng memang sengaja kami angkat sebagai perumpamaan dalam artikel kali ini sebab jika kita tengok beberapa obyek wisata di Kalimantan Tengah sangat banyak yang potensial namun belum atau tidak tergarap secara optimal, bahkan sejumlah obyek wisata di Bumi Isen Mulang atau Kota Palangka Raya yang notabene merupakan Ibukota Provinsi Kalteng seperti Bukit Tangkiling, Taman Alam dan Arboretum kini hanya seolah hamparan lahan kosong yang menunggu waktu untuk tenggelam seiring berjalannya waktu.
Hal serupa juga terjadi di beberapa Kabupaten lain di Kalteng, Wisata Batu Suli dan beberapa Rumah Betang bersejarah seperti Rumah Betang Tambau dan Bintang Patendu sama sekali tidak pernah terekspose menjadi sebuah kebanggaan Kalimantan Tengah.
Melihat julukannya sebagai Heart Of Borneo Island seharusnya dan sepatutnya Kalimantan Tengah mampu mewujudkan suguhan kekayaan adat, tradisi dan budaya yang dimilikinya.
Di dunia online pun sebenarnya promosi pariwisata ini dapat dilakukan seperti mengadakan lomba menulis dan lomba seo bagi para Blogger, seperti wisata seo sadau yang diselenggarakan oleh Komunitas Blogger Tarakan, Kalimantan Timur. Dalam kontes wisata seo sadau ini selain mengembangkan minat menulis dan optimasi, jugab ditujukan untuk memperkenalkan dunia pariwisata Pulau Sadau yang memiliki pesona wisata bahari yg cukup memukau.
Di masa mendatang, semoga pergerakan positif ini dapat menjadi salah satu tolak ukur perkembangan pariwisata di Kalimantan Tengah bahwa kini bukan saatnya untuk menutup mata di dunia online yang lebih bersifat global.
Alangkah efektifnya jika berbagai kompetisi atau perlombaan serupa juga didukung oleh Dinas atau Instansi terkait yang memiliki relevansi bagi perekembangan dunia wisata di Kalteng, tentu akan tercipta sebuah sinergisitas hubungan antara upaya pelestarian budaya, pengembangan minat menulis dan kemajuan dunia Blogging di Kalimantan Tengah.
Semoga,



August 30th, 2009 at 2:45 pm
kalau boleh kasih comment.
salam kenal sebelumnya.
saya jeadist, salah satu putri Kalteng yg menuntut ilmu di bidang kepariwisataan. Bukan saja skill terkait hospitality tp juga manajemen, hukum, perencanaaan, hingga birokrasi juga saya pelajari di lembaga pendidikan saya saat ini.
terkait dengan pengembangan kepariwisataan kalteng, menurut saya pribadi dari hasil observasi selama 3 thn ini serta penelitian lapangan ke beberapa objek, hingga “share” dengan disparbud kota, yg kurang dan harus diperbaiki adalah paradigma dan pemahaman tentang pariwisata.
para praktisi pariwisata di kalteng sendiri harus mengerti benar :
APA ITU PARIWISATA dan BAGAIMANA PARIWISATA ITU dan MENGAPA PARIWISATA BAIK DIKEMBANGKAN DI KALTENG. kemudian setelah mengerti 3 hal tersebut, lantas yg penting juga adalah SIAPA YG LAYAK MENGEMBANGKAN PARIWISATA KALTENG. ini nanti terkait dengan pembangunan dan pengelolaan, siapakah yg tepat, investor sajakah? pemda sajakah? atau masyarakat lokal? yg mana yg kemudian berkelanjutan dan bisa membuatnya lestari tp jg menghasilkan peningkatan ekonomi yg baik.
tentunya saat kita membicarakan pariwisata, banyak bidang lain terkait, ekonomi, kesehatan, keamanan, hingga jasa2 kecil. tapi sringkali tujuan dan motivasi kita di kalteng (para pengembang) tidak selaras dengan bidang2 terkait.
banyak yg bertujuan hanya utk menambah pemasukan sendiri, mengeksploitasi alam dan sdb, bukan melestarikannya. lihat contoh taman sabaru yg kemudian terlantar.
atau bertujuan melestarikan sda & sdb tapi dengan konsep yg salah karena TIDAK MENGERTI konsep yg tepat utk kalteng. lihat contoh taman alam arboretum dan taman alam tangkiling.
saya rasa kalau pemda dlm hal ini dinas atasu instansi mendukung lomba atau kompetisi online, mungkin terlalu “jauh”. yg perlu diperbaiki adalah FESTIVAL BUDAYA DAERAH yg sudah mulai salah kaprah dan kehilangan esensinya. coba contoh FESTIVAL BUDAYA di daerah lain, dari bali yg pariwisatanya nomor 1 di Indonesia hingga kakak kita Kalsel yg juga Festival budayanya bagus. kalau yg sederhana ini sudah baik, baru lanjut ke yg lebih kompleks salah satunya terkait dunia maya.
ini hanya sudut pandang dan pemikiran seorang muda yg perduli dan prihatin atas kondisi rumah sendiri.
Maju terus kalteng! ISEN MULANG
tabe bara Denpasar-Bali