Pendidikan dan Pengentasan Kemiskinan di Kalteng

Posted by: Kalteng Satu  :  Category: Opini

Artikel Kiriman : Oleh Antonius Tendi P

MUNGKINKAH SEKOLAH KEJURUAN TINGKAT PERTAMA MENGENTASKAN KEMISKINAN ????

Untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia ini, sampai saat ini sepertinya masih terfokus pada program-program yang langsung dinikmati dan terkait dengan kemiskinan misalnya : melalui bidang pertanian, sosial dan sampai saat ini ada program dana subsidi diantaranya BBM, JPS, BLT, Raskin dan masih banyak lagi. Meskipun pemerintah sudah banyak berusaha dengan program-program tersebut, tetapi sampai saat ini pemerintah belum mampu menghapus kemiskinan, karena melalui program-program tersebut masyarakat miskin justru kurang diberdayakan menuju kemandirian. Oleh karena itu upaya pengentasan kemiskinan harus menempatkan kaum miskin sebagai subjek yang menetukan dan bukan sebagai objek.

Jadi dalam upaya pengentasan kemiskinan, harus diawali dengan membangun potensi atau sumber daya manusianya, dengan alasan bahwa pendidikan akan menciptakan manusia yang berkualitas. Semakin tinggi pendidikan seseorang justru jaminan kualitasnya pun bertambah. Maka peluang mendapatkan pekerjaan dengan upah lebih tinggi sangat terbuka. Hal ini tentunya dipengaruhi oleh standar dan kualitas hidup yang dijalani akan lebih banyak, artinya mereka berkesempatan luas untuk terlepas dari jeratan kemiskinan.

Dalam konteks pelaksanaan pembangunan, pemerintah Indonesia senantiasa berupaya memacu melalui bidang ekonomi untuk mempercepat laju pertumbuhan ekonomi sebagai upaya menciptakan kesejahteraan bagi rakyat. Dalam hal ini dapat penulis katakan bahwa pendidikan sebagai rumah yang dilahirkan manusia berkualitas yang menopang kelancaran pelaksanaan pembangunan.

Oleh karena itu seharusnya pendidikan bebas dari politik, bahkan jika ada masyarakat yang peduli terhadap pendidikan secara independen melalui kontrol baik kebijaksanaan maupun operasional, maka prioritas pendidikan untuk keluarga miskin perlu dijabarkan secara lebih operasional. Sehingga lembaga pendidikan memiliki indikator yang jelas untuk menentukan keluarga miskin. Hal ini perlu dilakukan karena masih sering terdengar angka putus sekolah karena permasalahan pembiayaan. Sementara program-program bagi keluarga miskin hanya secara insidentil dan kadang-kadang kurang tepat sasaran.
Lembaga pendidikan merupakan institusi yang asing dengan indikator kemiskinan. Ada yang mengukur dari pembiayaan konsumsi, ada yang mengukur dari penurunan tingkat gizi, buta huruf, kesehatan, pendapatan yang mereka terima. Keadaan ini dipersulit lagi dengan adanya opini bahwa pendidikan gratis yang bergaung di masyarakat.

Sekolah kejuruan yang secara konseptual bertugas mempersiapkan peserta didik memasuki dunia kerja harus mampu menyiapkan peserta didik dengan kompetensi yang memadai. Bukan saja sekedar memenuhi tuntutan dunia kerja atau tuntutan pasar tetapi mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, misalkan bengkel seorang lulusan otomotif tidak sampai kalah bersaing dengan bengkel seorang yang tidak pernah mengenyam pendidikan.

Mengingat pendidikan merupakan sarana pencerahan manusia dari kebodohan, maka melalui pendidikan seseorang diajarkan menjadi cerdas, berpengetahuan, keterampilan dan berkompetensi. Pendidikan mendampingi seseorang mengembangkan nilai-nilai luhur, sikap mental pembangunan karakter, cara berpikir positif dan berjiwa besar untuk menghadapi masa depan. Dengan kompetensi inilah peserta didik bekerja, berwirausaha dan berpenghasilan.

Maka dari itu, Pemerintah giat-giatnya mewujudkan tercapainya Wajib Belajar Sembilan Tahun (Wajar 9 tahun). Kiranya dapat dituangkan dalam dunia kerja, khususnya bagi anak-anak yang kurang beruntung yaitu anak yang tidak dapat melanjutkan lagi ke jenjang yang lebih tinggi yaitu ke Sekolah Lanjutan Atas (SLA) mengingat latar belakang orang tua kurang mendukung.

Masalah inilah yang Penulis kemukakan karena tidak semua anak, mampu mengikuti pendidikan berbagai jalur, jenis jenjang pendidikan yang tersedia mengingat bagi orang tua yang termasuk keluarga pra sejahtera tentu tidak sabar dan tidak mampu lagi menunggu putra-putrinya duduk dibangku pendidikan formal selama minimal 12 tahun. Oleh karena itu kegagalan sekolah memberi bekal agar mereka bisa bekerja, justru menambah derita pengangguran. Padahal peran sekolah formal sebagai penjamin kesuksesan hidup dimasa depan, masih mengemban misi luhur untuk memotivasi dan mencerdaskan bangsa.

Oleh karena itu harapan Penulis, semoga pendidikan formal itu dapat berpihak kepada yang miskin, dengan menghidupkan kembali pendidikan kejuruan tingkat pertama (SKTP) diantaranya Sekolah Teknik Pertama (STP), Sekolah Keterampilan Pertama (SKP), Sekolah Pertukangan Pertama (SPP). Hal ini dapat disesuaikan dengan program atau jurusan yang dimiliki oleh Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Dengan demikian bagi anak yang mampu melanjutkan bias terus ke SMK sedangkan bagi yang tidak mampu melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi dapat langsung terjun ke dunia kerja dengan bekal yang dimiliki, sedangkan pemerintah atau swasta menyediakan lapangan pekerjaan.

Dengan keadaan orang tua yang kurang mampu tadi, tentunya tidak akan sabar lagi untuk menunggu selama 12 tahun atau lebih, tetapi harapan orang tua karena keadaan ekonomi tentu berharap anaknya segera dapat membantu orang tua dalam melanjutkan kehidupan ini mengatasi kemiskinan.

Oleh karena itu Penulis berharap pemerintah membuka kembali Sekolah Kejuruan Tingkat Pertama. Dalam hal ini sangat menunjang keberhasilan Wajib Belajar Sembilan Tahun (wajar 9 tahun) karena hasilnya tidak hanya dapat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, tetapi dapat juga menghasilkan peserta didik yang siap pakai di dunia kerja maupun di dunia bisnis. Dengan demikian hasilnya bisa dinikmati oleh keluarga pra sejahtera. Tentunya hal ini didukung oleh pemerintah dan swasta dengan membuka lapangan pekerjaan bagi lulusan Sekolah Kejuruan Tingkat Pertama tadi. Ini berarti bahwa pemerintah membantu keluarga pra sejahtera dalam memerangi kemiskinan atau pemerintah memberdayakan masyarakat miskin menuju kemandirian

Palangka Raya 14 April 2009

Antonius Tendi P

PS : Admin Kalteng Satu Dot Com Mohon Dukungan Pengunjung Sekalian Demi Suksesnya Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 Dalam Kontes SEO Lokal di Indonesia. Terimakasih

Leave a Reply